Selasa, 19 September 2017

MATERI MATEMATIKA KELAS 3 SEMESTER2



PEMBELAJARAN KONSEP DASAR PECAHAN
       Artikel ini membahas tentang pembelajaran matematika di SD ( Sekolah Dasar) tentang konsep dasar pecahan dengan menggunakan media/alat peraga yang diyakini dapat memberikan kesenangan dan pemahaman kepada siswa. Pembelajaran dengan menggunakan media/alat peraga sangat membantu terciptanya pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 yaitu: menyenangkan, konstektual dan bermakna melalui langkah pembelajaran untuk mengamati, menanya, eksperimen/penemuan, mengolah informasi dan menyimpulkan hasil yang sesuai dengan tujuan.
1. Pengertian Pecahan
Pecahan yang dipelajari siswa di SD/MI, sebetulnya merupakan bagian dari bilangan rasional yang dapat ditulis dalam bentuk  dengan a dan b merupakan bilangan bulat dan b tidak sama dengan nol. Secara simbolik pecahan dapat dinyatakan sebagai salah satu bentuk dari: (1) pecahan biasa, (2) pecahan desimal, (3) pecahan persen, dan (4) pecahan campuran. Begitu pula pecahan dapat dinyatakan menurut kelas ekuivalensi yang tak terhingga banyaknya:
Kata pecahan yang berasal dari bahasa Latin fractio yang berarti memecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil atau bagian dari keseluruhan. Penulisan lambang pecahan meliputi 2 bagian yaitu pembilang dan penyebut yang dipisahkan oleh garis lurus (–) dan bukan garis miring (/). Contoh ,   dan seterusnya, bukan 1/2, 2/3.
Pecahan biasa adalah lambang bilangan yang dipergunakan untuk melambangkan bilangan pecah dan rasio (perbandingan). Menurut Kennedy (1994:425–427) makna dari pecahan dapat muncul dari situasi-situasi sebagai berikut.

a. Pecahan sebagai bagian yang berukuran sama dari satu utuh
Pecahan biasa dapat digunakan untuk menyatakan makna setiap bagian dari 1 utuh.
Bila guru akan melakukan pembelajaran, seharusnya guru menampilkan permasalahan sehari-hari yang dialami siswa dalam kehidupannya. Contoh permasalahan dikemukakan dalam soal cerita berikut ini.
Keisha mempunyai sebuah apel yang akan dimakan dengan 3 orang temannya? Berapa orang yang makan apel? Masing-masing mendapat berapa bagian? Bagaimana caranya mendapatkan?
permasalahan tersebut disampaikan guru saat membahas materi tentang konsep pecahan
Karena apel akan dimakan Keisha dan 3 orang temannya atau 4 orang maka guru menugaskan kepada kelompok siswa (yang terdiri dari 4 orang seperti dalam soal cerita) untuk memotong apel tersebut menjadi 4 bagian yang sama. Bila kelompok siswa kesulitan dalam melakukan pemotongan dengan benar, maka guru dapat membimbing kelompok siswa tersebut. Sehingga masing-masing kelompok anak akan memperoleh 4 bagian yang sama dan disebut masing-masing bagian adalah bagian dari apel tersebut. Pecahan biasa  mewakili ukuran dari masing-masing potongan apel. Banyaknya potongan apel yang sama ada 4, maka penyebut dari pecahan tersebut adalah 4. Sedangkan ”1” menunjukkan banyaknya bagian apel yang dimakan masing-masing anak dalam kelompok (sesuai soal cerita) dan disebut pembilang. Kegiatan pemotongan dapat diulang untuk mendapatkan pecahan-pecahan yang lain.
Permasalahan
Bu Dita mempunyai sebutir telur rebus yang akan diberikan kepada 2 orang anaknya. Bagaimana caranya agar masing-masing anak mendapat bagian yang sama? Apa yang harus dilakukan bu Dita?
Bu Dita harus membelah telur menjadi 2 bagian yang sama
Kegiatan pembelajaran untuk mengenal konsep pecahan biasa akan lebih berarti bila didahului dengan soal cerita yang menggunakan obyek-obyek nyata misal: telur, apel, tomat, tahu, martabak, yang dilanjutkan dengan blok pecahan atau kertas yang diarsir.
(1) Peragaan dengan menggunakan benda kongkrit
(2)   Peragaan dengan menggunakan blok pecahan
(3)   Peragaan dengan menggunakan luas daerah
Pecahan   dapat diperagakan dengan cara melipat kertas berbentuk lingkaran atau persegi, sehingga lipatannya tepat menutupi satu sama lain. Bagian yang dilipat dibuka dan diarsir sesuai yang dikehendaki.
Peragaan tersebut di atas dapat dilanjutkan untuk pecahan  an,  an dan sebagainya, seperti gambar berikut ini.
 b. Pecahan sebagai bagian dari kelompok-kelompok yang beranggotakan sama banyak, atau juga menyatakan pembagian
      Apabila sekumpulan apel dikelompokkan menjadi 2 bagian yang beranggotakan sama banyak, maka situasinya jelas dihubungkan dengan pembagian. Situasi dimana sekumpulan apel yang banyaknya 12, dibagi menjadi 2 kelompok yang beranggotakan sama banyak, maka kalimat matematikanya dapat 12 : 2 = 6 atau  x 12 = 6.
Permasalahan
Di dalam tas terdapat 3 kg gula untuk membuat 2 botol sirup. Berapa kg gula setiap botol sirup?
Permasalahan tersebut dibahas saat siswa belajar tentang pecahan campuran
Permasalahan ini telah dibahas pembelajarannya dalam artikel yang lain dengan judul mengenal konsep pecahan campuran.

c. Pecahan sebagai perbandingan (rasio)
Hubungan antara sepasang bilangan sering dinyatakan sebagai sebuah perbandingan (rasio). Berikut diberikan contoh situasi yang biasa memunculkan perbandingan.
Dalam kelompok 10 buku terdapat 3 buku yang bersampul biru. Perbandingan buku yang bersampul biru terhadap keseluruhan buku adalah   3 : 10 atau buku yang bersampul biru dari keseluruhan buku.
Guru dapat melakukan pembelajaran dengan memperbanyak contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari yang sering ditemui anak.
       Dari ketiga situasi tersebut (a, b, dan c) semuanya dikenalkan kepada siswa, dengan urutan kelas yang berbeda. Untuk tahap pertama konsep pecahan dikenalkan dengan memunculkan situasi yang pertama yaitu pecahan sebagai bagian dari yang 1 utuh.
2. Penulisan dan Pembacaan Pecahan
Telah disampaikan pada bagian 1 bahwa secara simbolik pecahan dapat dinyatakan sebagai salah satu dari: pecahan biasa, pecahan desimal, pecahan persen dan pecahan campuran. Berdasarkan hal tersebut maka dalam penulisan lambang bilangan, penyebutan nama pecahan maupun pengucapan untuk masing-masing pecahan akan berbeda.
Deskripsi
Pembelajaran konsep pecahan sangat penting dipelajari oleh anak. Oleh karena itu guru harus mengupayakan agar pembelajaran menjadi mudah dan dipahami anak. Media/alat peraga menjadi bagian yang penting dalam pembelajaran.
Bagi yang ingin berkomentar, memberikan masukan serta saran, silahkan untuk menyampaikan melalui kotak komentar yang tersedia di bagian bawah tulisan ini. Untuk menanyakan lebih lanjut mengenai materi kepada penulis ataupun berdiskusi mengenai pembelajaran matematika, dapat melalui email berikut: sukayatip4tkmat@gmail.com. Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar