PEMBELAJARAN
KONSEP DASAR PECAHAN
Artikel ini membahas tentang pembelajaran matematika di SD ( Sekolah Dasar)
tentang konsep dasar pecahan dengan menggunakan media/alat peraga yang diyakini
dapat memberikan kesenangan dan pemahaman kepada siswa. Pembelajaran dengan
menggunakan media/alat peraga sangat membantu terciptanya pembelajaran yang
sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 yaitu: menyenangkan, konstektual dan
bermakna melalui langkah pembelajaran untuk mengamati, menanya,
eksperimen/penemuan, mengolah informasi dan menyimpulkan hasil yang sesuai
dengan tujuan.
1. Pengertian Pecahan
Pecahan
yang dipelajari siswa di SD/MI, sebetulnya merupakan bagian dari bilangan
rasional yang dapat ditulis dalam bentuk
dengan a dan b merupakan bilangan bulat dan b tidak sama
dengan nol. Secara simbolik pecahan dapat dinyatakan sebagai salah satu bentuk
dari: (1) pecahan biasa, (2) pecahan desimal, (3) pecahan persen, dan (4)
pecahan campuran. Begitu pula pecahan dapat dinyatakan menurut kelas
ekuivalensi yang tak terhingga banyaknya:
Kata pecahan yang berasal dari
bahasa Latin fractio yang berarti memecah menjadi bagian-bagian yang lebih
kecil atau bagian dari keseluruhan. Penulisan lambang pecahan meliputi 2 bagian
yaitu pembilang dan penyebut yang dipisahkan oleh garis lurus (–) dan bukan
garis miring (/). Contoh
,
dan seterusnya, bukan 1/2, 2/3.
Pecahan biasa adalah lambang
bilangan yang dipergunakan untuk melambangkan bilangan pecah dan rasio
(perbandingan). Menurut Kennedy (1994:425–427) makna dari pecahan dapat muncul
dari situasi-situasi sebagai berikut.
a. Pecahan sebagai bagian yang
berukuran sama dari satu utuh
Pecahan biasa dapat digunakan untuk menyatakan makna setiap bagian dari 1 utuh.
Pecahan biasa dapat digunakan untuk menyatakan makna setiap bagian dari 1 utuh.
Bila
guru akan melakukan pembelajaran, seharusnya guru menampilkan permasalahan
sehari-hari yang dialami siswa dalam kehidupannya. Contoh permasalahan
dikemukakan dalam soal cerita berikut ini.
Keisha
mempunyai sebuah apel yang akan dimakan dengan 3 orang temannya? Berapa orang
yang makan apel? Masing-masing mendapat berapa bagian? Bagaimana caranya
mendapatkan?
permasalahan tersebut disampaikan
guru saat membahas materi tentang konsep pecahan
Karena
apel akan dimakan Keisha dan 3 orang temannya atau 4 orang maka guru menugaskan
kepada kelompok siswa (yang terdiri dari 4 orang seperti dalam soal cerita)
untuk memotong apel tersebut menjadi 4 bagian yang sama. Bila kelompok siswa
kesulitan dalam melakukan pemotongan dengan benar, maka guru dapat membimbing
kelompok siswa tersebut. Sehingga masing-masing kelompok anak akan memperoleh 4
bagian yang sama dan disebut masing-masing bagian adalah
bagian dari apel tersebut. Pecahan biasa
mewakili ukuran dari masing-masing potongan apel. Banyaknya
potongan apel yang sama ada 4, maka penyebut dari pecahan tersebut adalah 4.
Sedangkan ”1” menunjukkan banyaknya bagian apel yang dimakan masing-masing anak
dalam kelompok (sesuai soal cerita) dan disebut pembilang. Kegiatan pemotongan
dapat diulang untuk mendapatkan pecahan-pecahan yang lain.
Permasalahan
Bu
Dita mempunyai sebutir telur rebus yang akan diberikan kepada 2 orang anaknya.
Bagaimana caranya agar masing-masing anak mendapat bagian yang sama? Apa yang
harus dilakukan bu Dita?
Bu Dita harus membelah telur menjadi
2 bagian yang sama
Kegiatan
pembelajaran untuk mengenal konsep pecahan biasa akan lebih berarti bila
didahului dengan soal cerita yang menggunakan obyek-obyek nyata misal: telur,
apel, tomat, tahu, martabak, yang dilanjutkan dengan blok pecahan atau kertas
yang diarsir.
(1)
Peragaan dengan menggunakan
benda kongkrit
(2) Peragaan dengan menggunakan blok pecahan
(3) Peragaan dengan
menggunakan luas daerah
Pecahan
dapat diperagakan dengan cara melipat kertas berbentuk
lingkaran atau persegi, sehingga lipatannya tepat menutupi satu sama lain. Bagian
yang dilipat dibuka dan diarsir sesuai yang dikehendaki.
Peragaan tersebut di atas dapat
dilanjutkan untuk pecahan
an,
an dan sebagainya, seperti gambar berikut ini.
b. Pecahan sebagai bagian dari kelompok-kelompok yang
beranggotakan sama banyak, atau juga menyatakan pembagian
Apabila sekumpulan apel dikelompokkan menjadi 2 bagian yang
beranggotakan sama banyak, maka situasinya jelas dihubungkan dengan pembagian.
Situasi dimana sekumpulan apel yang banyaknya 12, dibagi menjadi 2 kelompok
yang beranggotakan sama banyak, maka kalimat matematikanya dapat 12 : 2 = 6
atau
x 12 = 6.
Permasalahan
Di dalam tas terdapat 3 kg gula
untuk membuat 2 botol sirup. Berapa kg gula setiap botol sirup?
Permasalahan tersebut dibahas saat
siswa belajar tentang pecahan campuran
Permasalahan ini telah dibahas
pembelajarannya dalam artikel yang lain dengan judul mengenal konsep pecahan
campuran.
c. Pecahan sebagai perbandingan
(rasio)
Hubungan antara sepasang bilangan
sering dinyatakan sebagai sebuah perbandingan (rasio). Berikut diberikan contoh
situasi yang biasa memunculkan perbandingan.
Dalam
kelompok 10 buku terdapat 3 buku yang bersampul biru. Perbandingan buku yang
bersampul biru terhadap keseluruhan buku adalah 3 : 10 atau buku
yang bersampul biru dari keseluruhan buku.
Guru
dapat melakukan pembelajaran dengan memperbanyak contoh-contoh dalam kehidupan
sehari-hari yang sering ditemui anak.
Dari ketiga situasi tersebut (a, b, dan c) semuanya dikenalkan kepada siswa,
dengan urutan kelas yang berbeda. Untuk tahap pertama konsep pecahan dikenalkan
dengan memunculkan situasi yang pertama yaitu pecahan sebagai bagian dari yang
1 utuh.
2. Penulisan dan Pembacaan Pecahan
Telah
disampaikan pada bagian 1 bahwa secara simbolik pecahan dapat dinyatakan
sebagai salah satu dari: pecahan biasa, pecahan desimal, pecahan persen dan
pecahan campuran. Berdasarkan hal tersebut maka dalam penulisan lambang
bilangan, penyebutan nama pecahan maupun pengucapan untuk masing-masing pecahan
akan berbeda.
Deskripsi
Pembelajaran
konsep pecahan sangat penting dipelajari oleh anak. Oleh karena itu guru harus
mengupayakan agar pembelajaran menjadi mudah dan dipahami anak. Media/alat
peraga menjadi bagian yang penting dalam pembelajaran.
Bagi
yang ingin berkomentar, memberikan masukan serta saran, silahkan untuk
menyampaikan melalui kotak komentar yang tersedia di bagian bawah tulisan ini.
Untuk menanyakan lebih lanjut mengenai materi kepada penulis ataupun
berdiskusi mengenai pembelajaran matematika, dapat melalui email berikut:
sukayatip4tkmat@gmail.com. Terima kasih.